PHP

Pemrograman Fungsional vs. Obyektif: Kelebihan dan Kekurangan Kedua Pendekatan

  • 08 September 2023
  • 186 view
Pemrograman Fungsional vs. Obyektif: Kelebihan dan Kekurangan Kedua Pendekatan

Dalam dunia pemrograman, ada berbagai paradigma atau pendekatan yang dapat diadopsi oleh developer. Dua di antaranya yang paling populer adalah pemrograman fungsional dan obyektif. Kedua paradigma ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pemilihan antara keduanya sering kali tergantung pada kebutuhan proyek dan preferensi developer. Artikel ini akan menyelami kedua pendekatan ini, mengungkap kelebihan dan kekurangan mereka.

1. Pemrograman Fungsional: Apa Itu?

Pemrograman fungsional adalah pendekatan di mana fungsi adalah warga negara kelas satu. Ini berfokus pada penggunaan fungsi murni, menghindari keadaan bersama dan data yang dapat berubah.

Kelebihan:

  • Predictability: Kode yang ditulis dengan pendekatan fungsional lebih mudah diprediksi dan diuji.
  • Concurrency: Dengan tidak adanya keadaan bersama, pemrograman fungsional lebih aman untuk operasi konkuren.
  • Kode yang Singkat: Paradigma ini sering menghasilkan kode yang lebih singkat dan ringkas.

Kekurangan:

  • Kurva Belajar: Bagi banyak developer, pemrograman fungsional memiliki kurva belajar yang lebih curam.
  • Performa: Terkadang, pendekatan fungsional dapat lebih lambat daripada pendekatan imperatif.

2. Pemrograman Obyektif: Apa Itu?

Pemrograman obyektif berfokus pada pembuatan objek yang merepresentasikan entitas atau konsep. Objek ini memiliki properti (sering disebut sebagai atribut) dan perilaku (metode).

Kelebihan:

  • Modularitas: Kode yang ditulis dengan pendekatan obyektif mudah dikelompokkan dan dikelola.
  • Reusability: Objek dan kelas dapat digunakan kembali di berbagai bagian dari aplikasi atau di proyek lain.
  • Abstraksi: Memungkinkan developer untuk menyembunyikan kompleksitas dan menampilkan hanya fitur yang relevan.

Kekurangan:

  • Overhead: Pemrograman obyektif bisa menambah overhead dalam hal memori dan performa.
  • Kompleksitas: Terkadang, pendekatan obyektif dapat menghasilkan struktur kode yang lebih kompleks.

Kesimpulan

Baik pemrograman fungsional maupun obyektif memiliki tempatnya masing-masing dalam toolbox seorang developer. Pilihan antara keduanya harus didasarkan pada kebutuhan spesifik proyek, keahlian tim, dan preferensi pribadi. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pendekatan, developer dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan menghasilkan kode yang efisien, dapat dikelola, dan aman.

  • 15
  • 1

Bagikan ke Media Sosial:

Jangan lewatkan update terbaru

Berlangganan Sekarang

Kami akan mengirimkan Artikel dan Produk terbaru ke email Anda.

  • No credit card required
  • Cancel anytime
  • 10+ tools to expolore